Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk yang cukup besar. Hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya Indonesia sebagai negara yang memiliki jumlah penduduk terbesar di dunia keempat. Tidaklah heran apabila Indonesia memiliki generasi penerus yang meggunung. Baik dari kalangan SD, SMP, SMA, bahkan yang sudah kuliah merupakan bibit kemajuan Indonesia.
Namun, banyaknya pelajar Indonesia bukanlah suatu jaminan bahwa Indonesia akan maju. Bahkan sampai sekarang, jika dilihat dari segi pelajarnya, Indonesia masih belum bisa diprediksi apakah akan maju atau tidak. Memang jumlah penduduk yang besar merupakan modal utama kemajuan suatu bangsa, namun hal itu bisa jadi pisau bermata dua yang justru akan mendatangkan kehancuran. Fokus kita kali ini yaitu tindakan yang dilakukan anak SMA sudah diluar batas. Apa maksudnya diluar batas ?
Setiap orang tua pasti ingin anaknya menjadi orang yang berhasil. Ada orang tua yang sangat protektif terhadap anaknya, ada yang selalu mengantar-jemput anaknya, ada yang rela berkorban nyawa demi anaknya., dll. Kita sebagai pelajar pasti tidak pernah perjuangan sebesar apa yang dilakukan orang tua kita pada kita. Mereka selalu mengatakan bahwa mereka baik-baik saja atau mereka juga mengatakan bahwa mereka tidak lapar karena mereka ingin melihat kita makan. Mereka memperjuangkan diri kita sekuat dan semampu yang mereka bisa.
Namun, terkadang kita tidak memikirkan semua itu. Kita hanya memikirkan apa yang menjadi kesenangan kita. Khususnya buat anak SMA, banyak godaan-godaan yang menunggumu di luar sana.
Pertama yaitu merokok. Tahukan kamu bagaimana bentuk godaan untuk merokok ? Godaan itu datang ketika kamu mulai bergaul. Kamu tidak ingin merokok namun temanmu terus menawarinya. Mereka mengatakan bahwa kalau tidak merokok tidak keren, kalau tidak merokok gak jantan, dsb. Tahukah kamu bahwa semuanya itu bohong ?
Kedua yaitu narkoba. Waduh kalau ini jangan ditanya lagi. Ini adalah yang terparah dari semuanya. Kalau kamu sudah pernah ditawarkan akan benda ini, dan kamu mencobanya. Matilah !
Ketiga yaitu tawuran. Tawuran sih sudah biasa di kalangan anak SMA. Sebenarnya tawuran ini tidak perlu dilakukan. Apa untungnya ? Paling hanya merasa puas lalu pulang. Pikirkan orang di sekitarmu. Mereka yang tidak bersalah mengapa mereka yang dirugikan ? Pikirkan !
Keempat yaitu coret-coret baju sekolah gara-gara sudah selesai UN. Kalau ini sudah biasa lah. Konvoi rame-rame naik motor, ke lokasi, coret-coret, koyak sana koyak sini, dibubarin polisi, dan pulang. Sebenarnya sih boleh coret-coret, asalkan janganlah dicoret mobil atau rumah orang. Satu lagi yaitu kalau coret-coret harus beretika sedikit. Pernahkan terpikir olehmu tanggapan negara lain terhadap kita ? Coret-coret itu sudah tradisi lama. Cobalah buat sesuatu yang baru yang lebih aman namun lebih beda dari sebelumnya.
Sudah sepatutnya anak SMA untuk berpikir lebih dewasa lagi. Jauhilah hal-hal yang tidak bagus karena itu hanya menyenangkan sesaat, sisanya hanyalah penyesalan. Saya minta maaf apabila saya telah menyinggung perasaan kamu, tapi artikel ini hanyalah sebagian kecil dari apa yang sebenarnya ingin diungkapkan oleh kami sebagai warga Indonesia. Semoga artikel ini bisa bermanfaat...




